Selamat Datang di Blog saya ^^ Template ini di persembahkan oleh Blog Johanes Jangan Lupa follow twitter saya DISINI dan FanPage saya DISINI Arigatou ^^ Efek Rumah Kaca Watashi no Blog: Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca

| Kamis, 02 Desember 2010
 Efek Rumah Kaca
Hei kawan blogger s
emua ,,, ni ane mau nge post tentang ERK atau efek rumah kaca menurut pakar ekologi Otto sumarwoto ^^
 CEKIDOTTTTTTT

             Dalam sinar matahari tersimpan energi. Pada waktu sinar matahari mengenai permukaan tanah, permukaan tanah itu menjadi panas. Energi sinar matahari itu sebagian telah berubah menjadi panas. Panas itu dipancarkan kembali ke atmosfer sebagai gelombang panas, yaitu sinar infra-merah. Di dalam atmosfer terdapat berjenis molekul gas yang dapat menyerap gelombang infra-merah. Karena penyerapan gelombang panas itu suhu atmosfer bumi naik. Kenaikan suhu itu disebut efek rumah kaca (ERK). Gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas disebut gas rumah kaca (GRK). Jadi ERK tidak disebabkan oleh adanya gedung-gedung tinggi yang dindingnya terdiri dari jendela-jendela kaca, melainkan oleh GRK dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas. Istilah ini memang dari pengalaman para petani di daerah iklim sedang yang menanam sayuran di dalam rumah kaca untuk melindungi sayuran dari suhu dingin. Pada waktu siang hari dan cuaca cerah, suhu di dalam rumah kaca itu lebih tinggi dari pada suhu di luar rumah kaca, walaupun alat pemanas di dalam rumah kaca dimatikan. Kenaikan suhu ini disebabkan oleh tertahannya gelombang panas oleh kaca rumah kaca sehingga tidak dapat lepas ke udara.

ERK berguna bagi mahluk hidup di bumi. Seandainya tidak ada GRK, jadi tidak ada ERK, suhu di bumi rata-rata hanya akan -18°C. Suhu ini terlalu rendah bagi sebagian besar mahluk hidup, termasuk manusia. Tetapi dengan adanya ERK suhu rata-rata di bumi menjadi 33°C lebih tinggi, yaitu 15°C. Suhu ini sesuai bagi kehidupan mahluk hidup.
GRK terpenting ialah CO2 yang berasal dari pernafasan serta pembusukan dan pembakaran bahan organik. CO2 bersama dengan air merupakan bahan baku untuk fotosintesis. Hasil fotosintesis digunakan oleh tumbuhan untuk menyusun tubuhnya. Tubuh tumbuhan, baik yang hidup atau yang mati yang jatuh di tanah, disebut biomassa. Biomassa sebagian besar terdiri atas karbon (C).
Biomassa yang mati sebagian tidak mengalami pembusukan. Di daerah rawa biomassa menjadi gambut. Sebagian lagi mengalami proses fosilisasi dan menjadi batu bara, minyak bumi dan gas alam. Dalam waktu ratusan juta tahun jumlah karbon yang terikat dalam biomassa hidup, biomassa yang mati dan biomassa yang mengalami fosiliasasi mencapai jumlah yang sangat besar. Biomassa itu merupakan tempat penyimpanan karbon dan di sebut rosot karbon (carbonsink). Salah satu rosot karbon yang penting ialah hutan.
Pada mulanya kadar CO2 dalam atmosfer bumi adalah tinggi. Intensitas ERK pun tinggi sehingga suhu bumi adalah tinggi. Dengan adanya rosot karbon kadar CO2 dalam atmosfer turun. Intensitas ERK pun menurun menjadi seperti yang kita kenal sekarang. Karena hutan merupakan rosot karbon yang penting, hutan merupakan salah satu pengatur ERK.
Tetapi dengan pertambahan jumlah penduduk banyak hutan yang di tebang dan diubah menjadi ladang pertanian dan peternakan serta tempat pemukiman. Industri pun berkembang. Pada mulanya kayu merupakan bahan bakar yang penting untuk keperluan rumah tangga dan industri. Proses penebangan hutan mula-mula terjadi di Eropa. Bangsa Eropa memerlukan banyak kapal untuk mencari sumber daya baru di daerah yang kemudian mereka jadikan daerah jajahannya. Galangan kapal juga memerlukan kayu dan menjadi salah satu sebab menyusutnya luas hutan. Di daerah jajahannya para penjajah menebang pula banyak hutan untuk membangun perkebunan dan menanam pangan untuk penduduk lokal yang mereka gunakan sebagai tenaga kerja.
Sejak kira-kira 200 tahun yang lalu penebangan hutan besar-besaran menyusul di Amerika Utara dengan berimigrasinya orang Eropa ke Amerika Utara untuk pembangunan pemukiman, pertanian, kawasan industri dan juga pembalakan komersial.
Setelah perang dunia II penebangan hutan banyak terjadi di daerah tropik yang banyak disebabkan oleh pertumbuhan penduduk. Sebab lain ialah pembangunan di daerah yang berhutan, misalnya untuk pembangunan perkebunan dan peternakan, dan pembalakan (logging) untuk keperluan komersil.
Dengan menyusutnya luas hutan, kapasitas rosot karbon pun menurun. Karbon yang terikat dalam biomassa terlepas dari rosot dalam bentuk CO2 dan masuk kedalam atmosfer sehingga kadar CO2 dalam atmosfer naik. Kenaikan kadar CO2 dipercepat dengan berkembangnya teknologi yang menggunakan bahan biomassa fosil, yaitu batubara, minyak bumi dan gas alam, sebagai bahan bakar. Dengan naiknya kadar CO2 dalam atmosfer kita menghadapi terjadinya bahaya kenaikan intensitas ERK sehingga suhu permukaan bumi akan naik. Inilah yang disebut pemanasan global.
Bahaya terjadinya pemanasan global diperbesar dengan naiknya gas rumah kaca yang lain, terutama klorofluokarbon (KFK). KFK merupakan zat sintetik yang dibuat oleh manusia untuk keperluan industri.
Dampak pemanasan global ialah berubahnya iklim, yaitu perubahan curah hujan serta naiknya intensitas dan frekuensi badai. Permukaan laut akan naik, sebagian karena memuainya air laut pada suhu yang lebih tinggi sehingga volumenya naik, sebagian lagi karena melelehnya es abadi di pegunungan tinggi dan di daerah kutub. Dengan berubahnya iklim pertanian juga akan terpengaruh oleh pemanasan global.
Pemanasan global ada juga dampak positifnya, antara lain, meluasnya daerah pertanian ke daerah yang lebih dingin, misalnya di Amerika Utara, dan dipacunya pertumbuhan tanaman oleh naiknya kadar CO2. Tetapi walaupun pemanasan global mempunyai juga dampak positif, secara keseluruhan dampak pemanasan global akan mempunyai dampak negatif terhadap kesejahteraan manusia.
Sumber: Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan (Otto Sumarwoto)

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲